August 31, 2017

Waktu Itu

Bukankah dulu kau mengabaikanku berkali-kali? Bahkan untuk kesekian kali kucoba yakinkan hatimu, memintamu bersedia kudampingi, namun yang kudapat hanyalah penolakan tanpa hati. Katamu, aku akan lebih baik jika tanpamu. Sedih saja rasanya waktu itu. Aku tahu kau merasa lebih pantas untuk yang lain. Sementara aku bukan siapa-siapa, bukan apa-apa di matamu. Lalu, waktu berlalu, hidup biasa dan kerja keras adalah hal yang baik. Saat ternyata tak ada satu pun kau temukan yang lebih baik, kau akan mencari aku yang dulu kau anggap paling buruk. Saat aku sudah menemukan seseorang yang menerima kelemahanku, seseorang yang tak memintaku pergi dan menjauh meski tahu aku hanya punya tekad dan ambisi.

Apa sebenarnya yang kau mau? Kebahagiaan seperti apa yang kau cari? Mengapa malah mengusik hidupku yang sudah baik-baik kembali? Bukankah semua ini yang kau abaikan dulu? Bukankah kau bilang, aku akan lebih baik jika tanpamu? Lalu, apa yang kau inginkan dengan datang mencariku lagi? Apa yang ingin kau temukan dari seseorang yang pernah kau anggap tak berarti?

Jangan seperti itu. Kau kuanggap sebagai teman lamaku. Tak perlu kau memusuhi dan mengusik siapa pun yang menerimaku. Dia mungkin tak sehebat dirimu. Tapi bagiku, dialah penenang rinduku. Dialah yang bersedia berjuang bersamaku. Dialah yang mempertahanku dan tak mudah mengucap kata menyerah setiap kali masalah menghampiri. Dialah pulang dari segala kelemahanku. Dialah yang keras kepala menerimaku. Meski aku bukan siapa-siapa, bukan apa-apa waktu itu.


(Kutipan oleh Boy Chandra)

1 comment:

rahma auliya said...

terimakasih atas informasinya jangan lupa kunjungi kami di http://idblackwalet.com/sabun-muka-untuk-kulit-sensitif-berjerawat/