August 10, 2017

Keharusan

Angin membawa banyak kabar sore ini. Dan kuharap salah satunya adalah berita bahwa kau sedang baik-baik saja di sana.

Apa yang kubisa selain banyak-banyak merapal doa di hadapan Tuhan?
Aku tak pernah bosan memohon agar Tuhan masih mau mengabulkan pintaku, untuk selalu memberimu kebahagiaan meski sedang berada jauh dariku. Doa sejenis itu pula yang selalu kuucap untuk kedua orang tuaku.

Kau bukan merupakan sebuah ketergantungan bagiku. Aku mungkin masih bisa hidup dengan normal meski tanpamu. Segala kegiatan mungkin akan berjalan seperti biasa. Tapi satu yang pasti berubah, mungkin aku tak akan pernah bisa membuka pintu untuk menerima seseorang yang baru lagi.

Bagiku, kau adalah suatu keharusan yang selalu kumohon di hadapan Tuhan. Barang sekalipun tak pernah aku lupa mengucap namamu dalam sujud terakhir. Bagiku, kalian adalah dua hal berbeda namun memiliki arti yang begitu besar. Entah apa pula jadinya jika aku kehilanganmu, mungkin hatiku tak akan pernah sama lagi. 

Aku mencintaimu. Dalam setiap kelebihan dan kekuranganmu. Segala kealpaan yang ada pada dirimu pun tak lantas membuatku ingin berpaling pada yang lain. Padamu kutemukan arti kata cukup. Sudah, aku menyudahi pencarianku. Kuharap kau adalah satu-satunya yang akan menemani hingga nanti rambutku memutih. Jadi, tetaplah menjadi lelaki favoritku (setelah Ayah, tentunya).


―dari gadismu di suatu senja

No comments: