Posts

Showing posts from June, 2017

Jika Kemudian Hari

Image
Ada banyak orang yang mudah mengungkap rasa, ada yang lebih memilih diam dan menyimpan rapat-rapat. Tapi diam bukan berarti tak bicara. Dia sering bicara. Menyampaikan kejujuran lewat mata, lewat raut, yang hanya beberapa orang saja yang mampu mendengarnya. Dan saat itu, yang dibutuhkan hanya pengertian, bukan penyudutan. Jika kau mampu mendengar, tolong jangan jadi banyak orang. Jadilah satu-satunya yang mampu mendengar. Jangan sampai akhirnya dia memutuskan untuk selamanya menjadi diam. Dan kau hanya bisa menyesali diri.

Lalu seharusnya jawaban itu adalah, "Jangan takut. Selama cinta masih ada, aku akan terus bersamamu. Mari kita hadapi bersama-sama. Aku akan buktikan bahwa aku adalah lelaki yang bisa ibumu banggakan karena menitipkanmu padaku." Tapi kadang, ada rasa sakit yang tak mungkin dicabut hingga satu-satunya pilihan adalah menikmatinya. Jika di kemudian hari, bukan aku yang kau temui dan itu membuatmu bersedih, ingatlah seseorang pernah begitu bahagia dalam kikuk…

Kesedihan

Kedalaman cinta seseorang dapat dilihat dari kesedihan yang ia rasakan dan keterpurukan yang ia alami selama mencintai seseorang. Semakin kentara sedihnya maka semakin dalam cintanya. Kalau belum pernah merasa sedih saat mencintai seseorang, berarti cintanya belum dalam. Semakin dalam rasa cinta yang dimiliki seseorang, semakin besar kemampuannya bertahan dengan luka dan perasaan sedih. Itulah mengapa banyak orang bertahan pada orang yang membuatnya sedih. Karena saat ia bersedih, ia tahu, rasa cintanya sudah terperosok jauh lebih dalam lagi.


#LukaDalamBara

Aku Membiarkanmu Pergi Bukan Karena Aku Terlalu Pengecut Untuk Memperjuangkanmu

Membiarkanmu pergi, terdengar seperti kau pernah ingin tinggal tapi sekarang kau memutuskan untuk pergi. Nyatanya? Kau tidak pernah ingin tinggal di tempat yang sudah ku sediakan di hatiku. Mengikhlaskan kepergianmu juga terdengar seperti melepaskanmu setelah pernah ku genggam tanganmu dan kita berjalan beriringan. Nyatanya? Kita sejalan namun tak menuju tujuan yang sama. Kita sejalan namun tetap berjarak, bukan beriringan dan saling menggenapkan. Aku tidak menahanmu saat kau mengakhiri semua percakapan kita. Aku tidak akan menangis apalagi mengais mencari sisa-sisa ‘rasa’ yang mungkin masih tersisa. Aku memutuskan pergi saat itu juga, bukan tidak mau berjuang untukmu, tapi manusia yang beradab tahu mana yang patut diperjuangkan dan mana yang secepatnya harus ditinggalkan. Sebab aku tahu, apapun yang ku lakukan tidak akan mampu membuatmu tinggal. Aku merindukanmu, pada awalnya. Tentu saja aku rindu, ada yang hilang, dari yang ada kemudian tiada. Apalagi kau tidak memberiku jeda untuk…

Kita Yang Tak Lelah Bersemoga

Image
Sedetik kau menciptakan tawa, ratusan kupu-kupu di dalam perutku seolah beranak-anak. Sekejap kau memeluk bahagiaku, kupasrahkan ribuan tahun di dada ini menjaga namamu. Sejumput kepercayaan kau berikan, akan kujaga walau dengan sejuta cara. Biar saja, meski sepercik rasa yang kau basuhkan, akan kujaga agar tak lekas menguap. Atas secercah kasihmu, biarkan aku merawatnya, menyiraminya sampai tumbuh subur. Sehingga mencari selain aku, akarmu takkan bisa membiarkanmu kabur. Atau barangkali, kita akan menjadi lebih indah dari sekadar saling membaur, berusaha menjadikan bahagia tak lantas tumbuh uzur. Dan Tuan, padamu kelak, bisa saja kuterpatri kuat. Seolah aku kapal dengan jangkar menancap hebat. Sehingga bersamamu bukanlah sesaat, terlebih tersesat. Seperti malam ini, riang lampu-lampu kota seolah tak ingin redup merayakan kebersamaan kita. Sayup-sayup angin malam begitu syahdu menerpa dedaunan akasia dengan siutnya. Aku, kamu, adalah kita yang tak letih bersemoga. Juga seperti malam-…

Jadi Tetaplah Disini

Image
Kadang aku ingin bercermin di matamu, agar bisa mengerti seperti apa arti wujudku di sana. Kadang aku ingin melebur dalam udara yang kau hirup, untuk sekadar menyejukkan ragamu saat peluh dan lelah menyatu di sana. Kadang aku ingin kita bertukar hati, agar kau paham bagaimana rasanya hidup dalam kubangan perasaan bersalah, agar aku mengerti bagaimana keraguan yang masih terus kau simpan. Aku tak berbohong setiap kali mengatakan bahwa namamu selalu ada dalam doaku, hanya untuk memastikan bahwa aku tak sekalipun alpa menceritakan tentangmu di hadapan Tuhan. Kiranya agar Dia bersedia menakdirkan kita untuk lekas menyegerakan. Terlalu banyak rasa bahagia yang kunikmati setiap kujumpai kau dalam kedua bola mataku. Begitu banyak rasa syukur dan haru setiap kali waktu berlalu begitu cepat bersama tawa kita. Juga, begitu banyak pilu yang kusimpan setiap kali jarak merentang, atau setiap kali pertengkaran menjauhkanmu dariku.  Aku tak berdusta jika saat ini mengatakan bahwa aku ingin hidup de…