Satu Shaf Di Belakangmu

Satu waktu, izinkan aku berada satu shaf di belakangmu. Mengikuti gerakan shalatmu dari takbir hingga salam, kemudian mencium tanganmu dan berdoa bersama.
Satu waktu, izinkan aku berada satu shaf di belakangmu. Mengikutimu, menghormatimu dan menghargaimu. Karena bagiku kamu bukan hanya kepala, namun juga pemimpin keluarga kita.
Satu waktu, izinkan aku berada satu shaf di belakangmu. Menyemangati setiap langkahmu dari belakang, menjadi tempat berbagi untuk mengambil keputusan.
Satu waktu, izinkan aku berada satu shaf di belakangmu. Berbaliklah jika kau lelah dan ingin mengeluh. Aku rumahmu.


Buku "Rindu Yang Tergesa-Gesa"
Karya Annyta Sumarya

Comments