Posts

Showing posts from April, 2017

Satu Shaf Di Belakangmu

Satu waktu, izinkan aku berada satu shaf di belakangmu. Mengikuti gerakan shalatmu dari takbir hingga salam, kemudian mencium tanganmu dan berdoa bersama. Satu waktu, izinkan aku berada satu shaf di belakangmu. Mengikutimu, menghormatimu dan menghargaimu. Karena bagiku kamu bukan hanya kepala, namun juga pemimpin keluarga kita. Satu waktu, izinkan aku berada satu shaf di belakangmu. Menyemangati setiap langkahmu dari belakang, menjadi tempat berbagi untuk mengambil keputusan. Satu waktu, izinkan aku berada satu shaf di belakangmu. Berbaliklah jika kau lelah dan ingin mengeluh. Aku rumahmu.

Buku "Rindu Yang Tergesa-Gesa" Karya Annyta Sumarya

Kau Adalah Cukup

Image
Entah pada lembar ke berapa aku akan berhenti menuliskan banyak hal tentangmu. Entah pada malam ke berapa aku akan berhenti memimpikan kita. Entah pada kali ke berapa pula aku akan berhenti menggemari senyummu. Nyatanya hingga saat ini, aku masih merasa menjadi ciptaan Tuhan yang paling bahagia sejak namamu seringkali menjadi tema dalam setiap susunan larikku. Aku tak bosan membicarakan segala hal tentangmu, tak pernah lelah menikmati rindu yang selalu saja datang tiap kali tak kulihat kedua sudut bibirmu yang melengkung asimetris. Namamu, segala hal kesukaanmu, caramu menatap sesuatu yang kau sukai, aku tak pernah alpa barang sedetik pun. Aku pun merasa tak pernah cukup untuk mengingat segala yang ada padamu. Mungkin hormon endorfin kali ini sedang menguasai sistem kerja otakku. Mungkin sebagian dari mereka berpikir bahwa aku sedang menjadi manusia yang terlalu menggilai sesuatu. Tapi, tak apa. Selagi bersamamu, aku mampu merasa tak memerlukan pelengkap lainnya. Kau adalah cukup, ba…

Aku Pernah Cemburu

Image
Aku pernah cemburu pada mereka yang selalu mengelilingimu di sana. Cemburu pada orang-orang yang berporos di sekitarmu. Rasanya begitu damai bisa menjadi mereka yang senantiasa melihat semangatmu dalam mengumpulkan pundi-pundi rezeki.  Aku pernah cemburu pada orang-orang di sekitarmu yang mampu mengundang seulas senyum di wajahmu. Mereka bisa bebas mendengar tawa renyahmu, mereka bisa bebas bertukar cerita denganmu, sementara aku, saat itu entah masih berada di belahan bumi mana. Aku juga pernah cemburu pada tulisan-tulisan yang berisi perasaanmu. Setidaknya ia lebih kau percaya daripada aku dalam menumpahkan segala keresahan hatimu. Aku pernah cemburu pada 140 karakter yang hanya bisa kau tafsir sendiri. Aku pernah cemburu pada berbagai cerita yang kau bagikan dalam media sosialmu, tentang berbagai tempat yang aku tak ada di sana. Aku pernah cemburu pada foto-foto yang melukis tawa lepasmu —sekali lagi, tanpa aku. Aku juga pernah cemburu pada selarik bait yang kau tulis diam-diam di…

An Irreplaceable Mark

Image
"Kita ini secangkir kopi. Aku cangkirnya, kamu kopinya. Cangkirnya bergambar kamu, kopinya beraroma aku." Ada begitu banyak hal yang ingin kusampaikan padamu, hanya saja, beribu rangkai kata pun rasanya belum cukup mampu mewakili perasaan tiap kali aku memandang kedua mata cokelatmu yang begitu meneduhkan. Segala hal yang kulalui bersamamu, membuatku tak pernah bosan dan lelah mengucap syukur pada Tuhan.
"Cause all I need is you, every single question will be answered all by you." Entah sejak kapan aku menyentuhmu melalui doa-doa panjang. Dan sejak saat itu kau adalah kegaduhan paling romantis untuk dibicarakan kepada Tuhan. Kau tak hanya menjadi sekadar pasangan yang baik, namun juga bisa bertransformasi kapan saja menjadi seorang sahabat, kakak dan teman bertengkar yang mumpuni. Denganmu, aku mengerti pemahaman akan arti kata cukup. Semoga, hadirmu selalu mampu menggenapkanku.
"Cause nothing can ever replace you, nothing can make me feel like you do, there'…