Bukankah Semua Orang Hidup Dalam Penantian dan Kenangan?



Perpisahan adalah hal mutlak dari pertemuan, entah untuk meninggalkan atau ditinggalkan.
Karena semua orang pasti mengalami kehilangan dan suatu saat nanti, mungkin pula kita akan menjadi pihak yang harus pergi.
Tapi kalau memang cinta itu ada, dia tidak akan pergi dan meninggalkan semuanya menguap begitu saja.
Karena setiap cerita selalu punya ruang masing-masing di dalam hati.
Tapi bisa saja nantinya, tak lebih dari teman yang hanya saling memperhatikan dari jauh.
Kemudian melalui hal terberat, berupa sama-sama berjuang untuk melupakan.
Maka sebaiknya, jangan terlalu berharap banyak pada seseorang.
Kalau harapan itu tidak terwujud sesuai apa yang diinginkan, pasti sakit rasanya.
Berharaplah hanya pada-Nya. Satu-satunya tempat untuk kembali dan memohon.
Seandainya saja mematikan perasaan bisa semudah mematikan sambungan telepon, pasti tidak akan ada hati-hati nelangsa yang meramu sendiri penawar lukanya.
Tapi, bukankah semua orang hidup dalam penantian dan jeratan kenangan?
Lagi pula, masa lalu tidak pernah bisa menjadi sekadar masa lalu.
Kalau memang cinta itu ada, kenangan akan menjadi pelengkapnya.
Karena kenangan dapat ditemukan lewat makanan, film, lagu, tempat bahkan wewangian yang terhirup.
Tapi, seindah-indahnya kenangan masa lalu, tetap saja letaknya di belakang.
Jangan terlalu asyik mengembara kesana, nanti tertinggal hal luar biasa di depan.
Biar bagaimanapun, kenangan memang merupakan mesin waktu.
Ia mampu menghidupkan atau mengembalikan kembali sesuatu yang sudah tersimpan bahkan tiada.
Memperbanyak kenangan akan membawa kita belajar tentang berbagai kekurangan di masa lalu untuk diperbaiki kemudian hari.
Asalkan mampu menghadapi kenangan dengan cermat, tanpa harus terhisap sepenuhnya.

Comments