Posts

Showing posts from April, 2015

Salam Perpisahan Sementara Untuk Salah Seorang Keluarga Kedua... Artela

Aku mengenal mereka pada bulan yang mulai berganti, menjelang tahun yang juga akan berlalu. Hampir lima bulan yang silam. Semua berawal pada pertemuan pertama di tahun yang baru. Sabtu itu kalender Masehi menunjuk pada angka 25 di bulan Oktober, sedang kalender Hijriah berpaku manis pada awal tahun, 01 Muharram 1436. Pukul 9 tepat, kami dipertemukan dalam sebuah ruangan bernama Intan, tempat dimana pertama kali kami saling memandang, mengulas senyum, saling menyapa lalu berkenalan. Satu wajah yang kuingat kala itu hanyalah Pak Okri, karena beliau adalah orang yang mewawancaraiku pada sesi interview kedua sebelum aku resmi diterima di sini… Kampoeng Deli Resto. Dengan pandangan yang mengedar ke sekeliling, pikiranku mulai berusaha menerjemahkan satu per satu karakter orang-orang yang juga duduk manis mengelilingi meja —sama sepertiku. Tepat di sebelah kananku duduk seorang pria berawajah oriental dengan kacamata minus menghalau kedua mata sipitnya. Namanya Hery, hanya itu yang kutahu …

Untukmu Yang Sudah Membuatku Mengerti Arti Jatuh Cinta & Benar-Benar Mencintai

Bagiku, jatuh cinta itu perkara sederhana. Kita hanya harus duduk berdua, beradu mata dan bicara tentang apa saja. Aku mengagumi hidungmu yang mancung berlebihan, kebiasaanmu menggaruk rambut yang tidak gatal, hingga gaya bicaramu yang ceplas-ceplos dan membuat pertemanan kita selalu berkesan. Namun, berdampingan denganmu ternyata membuatku belajar banyak hal baru, salah satunya perihal cinta yang kupunya untukmu. Darimu aku tahu, bahwa jatuh cinta dan benar-benar mencintai adalah dua hal yang jauh berbeda. Bersamamu, aku mengerti bahwa cinta hanya akan sia-sia jika kita tidak punya niat dan usaha untuk menghidupinya.
Orang yang memang ingin tinggal dalam hidup kita, akan selalu mencari cara untuk mengamankan tempat mereka. Jatuh cinta itu biasa. Dengan mudah aku dan kamu saling tergila-gila dengan pertemuan yang hanya sekejap mata. Ya, aku memang paling suka mencerapi kenangan. Mengingat betapa dulu kita tidak sedikit pun berusaha jual mahal untuk bertukar nomor telepon dan merencanaka…

#Kamu

Dan entah kenapa setiap kali rindu itu terasa begitu menyesakkan, selalu ada celah yang memberinya ruang untuk kembali bernapas... kamu.